Senin, 28 Februari 2011

PURING

Unik dan menarik warna daun adalah alasan orang untuk mengoleksi berbagai varietas tanaman hias jenis "Puring".
Umumnya daun Puring memiliki kombinasi warna daun yang lengkap mulai dari hitam, merah, kuning, coklat, hijau. Beberapa spesies ada yang hanya memiliki satu jenis warna daun saja diantanya hijau, kuning dan hitam. Bentuk daun puring sangat beragam ada yang berdaun lebar, kecil, melengkung, bulat, panjang, menjari, memutar/spiral, ber-anting dan lain-lain.
Contoh gambar Puring :


Puring memiliki ribuan varietas yang tersebar di berbagai belahan dunia, khususnya di negara-negara yang menerima sinar matahari banyak, seperti Indonesia, Sri Lanka, Malayasia, Thailand, India, Filipina dan yang lainnya.
 

 Tidak hanya sebagai tanaman hias, puring juga bermanfaat sebagai anti polutan  atau sebagai penangkal polusi udara, dengan menetralisir radikal bebas yang disebabkan oleh karbon monoksida (CO) yang sekarang semakin memprihatinkan. Dengan demikian apabila di sekitar rumah banyak ditumbuhi puring maka kondisi   udara semakin bagus untuk kesehatan.
Bagi orang-orang tertentu, aura Puring dipercaya  memancarkan  nilai-nilai  positif, sehingga diyakini sebagai pelindung untuk ketentraman dan kesejahteraan dalam rumah tangga. Dengan menaman puring di lingkungan rumah akan memberi kedamaian.
Puring juga menjadi simbol penyerahan manusia kepada Tuhan, sehingga tidak mengherankan jika puring banyak ditanam di kuburan karena menjadi simbol menyerah diri manusia-ketika dia meninggal.

Perwatan Puring:
Puring dikenal sebagai tumbuhan tahan banting. Tidak mudah terkena penyakit selain itu juga media tanam tidak rumit, meskipun ditanam pada tanah dapat segera tumbuh dengan baik.



Perbanyakan / Pembiakan :Pembiakan dapat dengan cara : 
a. Stek batang dan stek pucuk, yaitu dengan cara memotong batang atau  pucuk puring kemudian ditanam pada media. 


b. Stek Daun, dapat melakukan perbanyakan dengan stek daun, tetapi hal ini membutuhkan banyak waktu untuk tumbuh dan perlu dirawat intensif. 

 c. Penanaman bibit, berasal dari biji puring yang diproduksi secara alami dari tanaman puring atau dengan cara kawin silang buatan antara  salah satu jenis puring dengan puring yang laainya, dengan melakukan penyerbukan dari bunga puring jantan terhadap bunga betina jenis puring yang diinginkan.

 
d. Dengan mencangkok (mencangkok  batang puring dewasa). 
e. Dengan cara menyambung, apabila kita ingin  memiliki satu pohon puring dengan beberapa jenis daun / bervariasi sehingga tanaman puring menjadi lebih indah.  Dengan cara memotong batang yang akan digunakan sebagai pohon induk dan kemudian menyambungkan batang dari jenis puring lain yang diinginkan. Dalam melakukan penyambungan sebaiknya dilakukan minimal 5 jenis batang puring yang berbeda sehingga akan tampak lebih menarik dengan daun yang beragam.

 
Pada saat ini saya memiliki lebih dari 100 jenis tanaman puring dan telah melakukan perbanyakan.  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar